September 21, 2014

Janji Putih

 




Aroma petrichor malam ini begitu menyenangkan; perpaduan antara hujan dan kenangan menjadi satu-melebur seolah malam sedang menginginkanku untuk terjaga saja.

Ah, kenangan! Aku tidak tahu harus menyikapi seperti apa, masa lalu terlalu indah untuk dikenang, namun juga perih untuk diingat.

"Janji lho, kita harus sekolah bareng, lulus bareng, kerja bareng, kuliah bareng! kalo perlu, kawin juga bareng!" Kata Deo menggebu. aku hanya tersenyum kecut melihatnya.

"Pasti!" jawabku kepada sahabatku ini. bukan, bukan sahabat, namun separuh jiwaku. Bila ada kata yang lebih dari sahabat, itulah kami. Sudah 7 tahun kita berteman, sudah 7 tahun pula aku mengerti apa itu makna persahabatan.

Namun hujan berulah. tanggal dua-puluh-dua dua tahun kemarin, Deo tak menjawab pesan singkat yang selalu aku kirim. aku hanya melihat bendera kuning di depan rumahnya. mereka bilang, Deo tertabrak sewaktu hujan melanda. terlalu sakit untuk diungkapkan.

tanggal dua-puluh-satu pukul 08.08 malam, dia berkata kepadaku "Janji lho, bareng terus sampe kapanpun!"

Ah, kenangan. kau membuat sedih saja.

0 komentar:

Post a Comment