September 7, 2014

Kaukah itu, Hujan?






Malam, hujan, dingin, embun, aroma petrichor dan kenangan.

Berani Bertaruh, Sang Pencipta sengaja menurunkan Hujan bukan karena apa-apa, tapi didalam partikel hujan, tersimpan berjuta kenangan hadir meluap begitu kau menatapnya. dan itu mengapa setiap kau melihat Hujan, kau seolah terhipnotis; tiap menit, tiap detik, seolah ada suatu kekuatan melekat yang tak ingin lepas.

Bicara tentang Hujan, aku jadi teringat kejadian Sore ini. Sepulang dari kuliah (pukul 5 sore) awan begitu kelam. karena takut hujan turun lebat, maka dengan cepat aku pulang dengan terburu-buru. namun sialnya; tepat ditengah jalan. Hujan turun.

Mulanya hanya rintikan, semakin lama semakin merintik hingga hujan lebat. semua orang yang ada di jalan lantas menyingkir untuk berteduh; dibawah pohon, di warung kopi, ada juga yang numpang di rumah warga. dan entah mengapa, aku hanya ingin terus melanjutkan perjalananku, bersama Hujan.

Dan satu yang kuketahui, aku terhipnotis. Seperti film berjalan dilatar, semua kenangan muncul berbaris mengikuti alunan rintik Hujan. terasa Damai.

Mengapa semua orang menghindar ketika datang Hujan?
Mengapa semua orang takut ketika Hujan datang?

Hari ini, aku menemukan suatu hal yang luar biasa, dan tentu sepatu dan tasku menjadi basah.

0 komentar:

Post a Comment