September 15, 2016

Starbuck Paragon Semarang - Lebih Nyaman dan Homey



Salah satu hal yang paling saya suka adalah menghirup aroma kopi, karena ada semacam efek yang menenangkan. Meskipun tidak begitu addicted, namun kopi selalu hadir menemani saya ketika sedang sibuk mengejar deadline. Coffee makes me stay focus. Semakin dekat deadline, semakin banyak kuantitas kopi yang saya buat. Pokoknya, kopi lah yang membuat saya tetap waras begadang dari malam sampai pagi hari tanpa ngantuk sedikit pun. #TeamBegadang

Nah, kebetulan kemarin hari sabtu tanggal 10 Agustus 2016 saya dan teman-teman blogger Semarang diundang di acara relaunching oleh Starbucks Coffee Paragon Semarang. Dengan tema New Look New Experience, Sbux Paragon Semarang ini merombak habis suasana kafenya dari interior serta desain yang menurut saya lebih nyaman dan "Homey". Dulu saat saya masih mahasiswa, saya sering banget nongkrong di sini. Paling suka pesan green tea frapuchinno fremme blended sambil wifi-an pakai laptop sampai berjam-jam. koneksinya lumayan kenceng. hihihi.



Setelah sampai di Starbuck Paragon, saya langsung disambut banyak pelayan yang mengenakan outfit hitam khas sbux. Saya langsung ditawarin mau minum kopi atau teh. Lalu setelah duduk, beberapa pelayan sambil membawa nampan berisi berbagai macam roti datang dan menawarin saya mau incip atau tidak. Wah, saya langsung mau-mau aja dong, mengingat gratis bentuknya menggugah selera. Ada Cinnamon Rolls, Chocolate Croissant, Tuna Pie dan yang spesial, Ekspresso Brownies.





Dari sekian banyak brownies, ini brownies terenak yang saya pernah rasakan. Rasanya perpaduan manis yang tidak terlalu sweet dan ada pahit-pahitnya dikit. Kemudian di dalamnya ada semacam kacang-kacang atau apa gitu yang menambah rasa enak. Juaraaa! 


Coffee Tasting


Kemudian salah satu barista, mbak Aisyah mengenalkan varian kopi terbaru bernama Anniversary Blend. Menariknya, kopi ini hanya ada setahun sekali dan baru dirilis tanggal 7 September kemarin dengan harga 135 ribu. Anniversary Blend ini merupakan perpaduan antara kopi Sumatera dan kopi Papua. Nah, gimana sih caranya Coffe Tasting yang benar? Begini penjelasan mbak Aisyah :

1. Smelling
Langkah pertama, dekatkan cangkir kopi ke hidung kita. Rasakan kuatnya sensasi aroma kopi tersebut. Ketika saya mencoba smelling kopi Anniversary Blend ini aromanya kuat dan tajam. Ini menandakan bahwa kopi tersebut berasal dari kualitas biji kopi yang bagus.

2. Slurping
Kemudian, setelah dicium kita incip-incip manja. Caranya dengan diseduh kemudian disruput pelan-pelan. Rasakan sensasi kopi nya meyentuh lidah. Pokoknya sampai terdengar bunyi "srupppp ah". Rasa dari kopi Anniversary Blend ini terasa pahit sekali menurut saya.

3. Desribing & Pairing
Setelah itu, kita bisa mendeskripsikan bagaimana kopi tersebut. Tentu tiap orang beda-beda seleranya. Bagi saya, kopi ini terasa tajam dengan aroma yang kuat. Kata mbak Aisyah, kopi bisa dipasangkan dengan roti yang pas. Kalau kopi Anniversary Blend ini sangat cocok dipasangin dengan Ekspresso Brownie, perpaduan pahit dan manis. Enak!


Varian Teh Baru, TEAVANA
Selain memperkenalkan Ekspresso Brownie dan Anniversary Blend, Starbucks hadir dengan varian teh dengan nuansa Autumn terbarunya yaitu Earl Gray, Chai Tea, English Breakfast dan Mint Citrus yang bisa dibeli di gerai Starbucks Paragon Semarang. Loh kok Starbucks ada teh? Inilah Inovasi terbaru dari Starbucks. :D


Kemudian kita dihidangkan dengan 2 gelas teh dari Starbucks yang sudah di mix sedemikian rupa, yaitu Iced Shaken Green Tea with Aloe and Prickly Pear dan Iced Shaken Itibiskus Tea with Pomegranate Pears. Astaga, saya yang ngetik ini aja udah pusing bacanya karena kepanjangan. :))



Saya terkejut saat mencoba Teh warna merah diatas yang berisi itibiskus teh yang rasanya sedikit hambar namun di dasarnya ada butiran-butiran pome yang bila kita minum akan meledak di mulut dan menjadi manis. Saya suka perpaduan uniknya, it's so refreshing.


Selain itu, ada merchandise Autumn terinspirasi dari cerita Mid Autumn Festival di Jepang sana. Saya suka dengan desain tumbler khas autumn dengan bunga-bunga dan daun gitu. Imut sekali. :3

New Look, Feels like Home
Desain baru dari Starbucks Paragon ini membawa unsur homey yang seolah ketika kita datang di sana serasa sedang ada dirumah. Menurut saya, desain baru lebih nyaman dan bikin betah berlama-lama. Dengan interior desain bertema vintage, dinding dengan pola pattern seperti batu serta bangku duduk dari kayu menambah rasa homey. Penerangannya pun menurut saya pas, tidak terlalu terang juga tidak terlalu padam.


Meskipun merombak desain, Sbux Paragon tetap membawa unsur local relevan yang bisa dilihat dari ukiran kayu jati dengan desain coffee cherry atau pohon kopi yang diukir oleh seniman dari Semarang. Selain itu saya juga suka dengan bingkai-bingkai bergambar kopi yang dipasang di tiap tembok, menambah nilai artsy dan instagram-able banget.



Dulu, saya agak terganggu dengan bar yang terlalu lebar dan terlalu ramai oleh pernak-pernik yang membuat kurang nyaman ketika memesan. Namun sekarang, bar diubah menjadi lebih ramping dan lebih enak di akses. Selain itu, bar yang baru mengusung tema you can see di mana kita bisa melihat segala aktivitas seperti meracik kopi di sini. Jadi lebih asyik.

Akhir kata, saya menikmati new look dari Starbucks Paragon ini. Lebih nyaman dan feels like home. Ini bisa menjadi pilihan tepat bila saya ingin nongkrong-nongkrong lucu sambil menyeduh secangkir kopi bareng teman-teman saya. Perfect combination!


Gimana menurut kalian?
Tulis di kolom komentar ya :D 
 

6 comments:

  1. Asik ya Ko, kalo hangout di Starbucks. Dengan suasana barunya, bikin lebih betah duduk di sana

    ReplyDelete
  2. Best part nya tu pas smelling ya..wanginya kopi tu tiada duanya deh :)

    ReplyDelete
  3. kayakny desainnya ada etnis indonesianya ya? Minimalis tanpa di cat berlebihan temboknya. Hahahahha judul minuman di Starbuck emang panjang-panjang dan lebih ribet lagi harus nyebutin ukurannya yang nggak lazim. Nah, bayangkan lebih ribet lagi disini nyebutinnya karena pengaruh katakana....

    ReplyDelete
  4. Ini starbuck beda sendiri konsepnya, kece badai, etnik banget

    ReplyDelete
  5. Seumur umur aku ga pernah mampir ke Stubabuck loh.
    Aku suka kopi tapi tidak terlalu.

    kalo kemana mana aku pasti selalu mencari tempat yang tidak terlalu ramai, supaya bisa lebih nyaman gitu.

    tapi pada kenyataanya, setiap sturbuck yang aku lewati pasti selalu ramai :(

    ReplyDelete
  6. Cegluuuuk, jadi pengin nyetarbak

    --bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete