October 14, 2016

#ReviewFilm : Inferno - Konspirasi dan Teka-Teki Neraka

Review dan Sinopsis Inferno Dan Brown

Inferno |  12 Oktober 2016  |  2 jam 10 menit  |  Action, Thriller, Mystery
Humanity is the disease, Inferno is the cure

--


Saya sedih sekaligus senang ketika film ini tayang. Sedihnya, film ini seharusnya tayang bulan Mei kemarin namun ditunda sampai bulan Oktober. Senangnya, penantian saya akhirnya selesai dan khusus wilayah Asia film ini dimajuin 2 minggu dari tanggal rilisnya. Huray!

Sebagai informasi, saya pengagum berat novel Dan Brown. Terlepas dari kontroversi novelnya yang sangat sensitif dengan mengangkat isu-isu tentang sejarah agama, saya suka bagaimana Dan Brown mengemas cerita petualangan seorang ilmuwan simbol agama yang memecahkan teka-teki dan menguak sesuatu yang baru. Serius, baca novelnya serasa ikut berpetualang gitu. Saya selalu suka novel dengan genre seperti ini.

Nah, film Inferno ini lanjutan dari film sebelumnya yaitu The DaVinci Code dan Angels and Demons. Seharusnya, setelah Angels and Demons ini ada satu lanjutan cerita lagi yaitu The Lost Symbol yang entah kenapa langsung di loncat ke Inferno. Setelah saya kepoin, ternyata ada masalah pergantian sutradara gitu. Kalo menurut saya sih, karena The Lost Symbol ini sangat sensitif dari ketiga novel lainnya dan sepertinya akan susah kalo di angkat ke layar lebar.

Saya sendiri orang yang paling excited waktu pengen nonton film ini sementara teman-teman saya biasa aja, malahan pada enggak mau saya ajak. Hahaha. Akhirnya saya nonton sendirian saja. Satu hal yang paling saya suka nonton film berat dengan rate dewasa seperti ini di bioskop adalah : Tenang. Tidak ada ocehan berisik anak kecil, tidak ada abege-abege yang rumpik setengah mati dan tidak ada cabe-cabe yang main hape ketika di dalam bioskop. Hahaha. 


Sinopsis

Review dan Sinopsis Inferno Dan Brown

Cerita bermula ketika Robert Langdon (Tom Hanks) seorang ilmuwan simbol agama ini tiba-tiba hilang ingatan dengan kepalanya terserempet peluru di rumah sakit Florence, Italia. Selama di rumah sakit, Langdon dirawat oleh  Dr. Sienna Brooks (Felicity Jones) yang menurut saya cantik. Oke, ini abaikan haha.

Karena amnesia, Langdon sama sekali tidak bisa mengingat kenapa dia berada di Florence. Tak diduga, muncul polisi wanita yang tiba-tiba berusaha membunuh langdon dengan membawa pistol. Karena panik, Dr. Sienna berusaha menyelamatkan Langdon dengan kabur dan membawa Langdon ke apartemennya.

Sesampainya di apartemen, dia menemukan sebuah tabung kecil yang berada di jas Langdon. Ketika dibuka, muncul gambar neraka terbalik yang menyimpan misteri. Mereka sempat meminta bantuan kepada pihak Konsulat Amerika untuk membantu, namun rencana ini gagal.

Di waktu bersamaan, profesor psikopat Bertrand Zobrist (Ben Foster) sedang melakukan seminar tentang isu over-populasi yang terjadi di bumi ini sekarang. Bertrand ingin menghancurkan sebagian populasi di dunia ini sebagai langkah yang tepat untuk mengurangi bencana. Dia mengatakan, over-populasi adalah salah satu bentuk kiamat.

Sampai akhirnya Langdon dan Dr.Sienna menemukan sebuah petunjuk yang mengantarkan ke teka-teki lain. Mereka berusaha mencari siapa dalang semua ini dan apa yang akan dia lakukan. Berhasilkah mereka?


Akting Memukau dan Plot Twist

Review dan Sinopsis Inferno Dan Brown

Sepertinya tidak ada keraguan sama sekali kalo kita bahas tentang akting Tom Hanks ini. Menurut saya, dia sangat cocok memerankan peran Robert Langdon. Dilihat dari ekspresi, gesture tubuh, cara berbicara, semua terasa natural. Tom Hanks juga konsisten menjaga peran Langdon secara epic dari film sebelumnya : The Davinci Coda dan Angels and Demons. Akting pemeran yang lain juga terlihat natural dan epic. Saya suka pemeran Dr. Sienna yang terlihat tangguh dan berani dan jangan lupakan pemeran ketua WHO yang terlihat so-wise.

Walaupun berdurasi lama, film ini memiliki alur yang mengalir dan pas. Enggak kecepetan juga enggak kelambatan. Saya suka plot-plot twist yang diletakkan di tengah-tengah film, yang membuat saya berkomentar, "ooooh ternyata gitu". Tentu saya berkomentar dalam hati saja, bukan dengan ngomong keras. Yakali saya mau ditimpuk mas-mas sebelah karena berisik.

Satu hal yang menurut saya ganjil : detail. Ada beberapa scene yang kalau dipikir secara logika bakal aneh dan enggak masuk akal. Contohnya, waktu adegan Langdon dan Sienna loncat di pagar sebuah Museum. Padahal polisi bilang Museum itu dikelilingi pagar tinggi. Jadi, kenapa mereka bisa loncat di pagar yang cuma setinggi 2 meteran itu? Itu pagar sebelah mananya?


Inferno dan Eropa Klasik yang W-O-W

Review dan Sinopsis Inferno Dan Brown

Maafkan sebelumnya jika review ini sangat panjang karena saya excited sama film satu ini. hahaha.
Nah, ngomongin latar setting dari film ini amat sangat menyenangkan. Kita bakal dibawa ke keindahan suasana museum Italia dan Istanbul yang menurut saya W-O-W. Kita juga bakal dibawa petualang ke sejarah sang romantisme Dante asal Itali yang terkenal itu. Sehabis keluar bioskop, saya menambah Italia dan Istanbul ke daftar negara yang harus saya kunjungi sebelum meninggal (BucketList). AMIN.

Sebagai informasi, arti kata Inferno adalah neraka. Di dalam film ini ada beberapa scene yang menggambarkan neraka itu seperti apa. Terlepas dari kontroversi dan isu-isu sensitif lainnya, saya sangat menikmati film ini secara keseluruhan. Saya dapat menyimpulkan, Segala sesuatu yang baik terkadang bisa menjadi jahat bagi orang lain. Well, karena film ini sensitif, ada baiknya kita melihat film ini dengan kepala yang dingin dan dengan open-minded. Saya menyebut film ini sebagai wisata museum Eropa. Enjoy the show. (All Source Image from IMDB)

--

Score Inferno menurut Handikoo.com
Akting : 8,5/10
Alur cerita : 8/10
Efek animasi : 8/10
Musik Scoring : 8/10
Ending film : 8/10
(Total 8,1/10)

10 comments:

  1. Eh ini rate-nya bagus ya 8++, ini lagi main di bioskop kan? Seru setting-nya klasik2, suka banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mas, baru aja rilis tanggal 12 Oktober kemarin kok. Settingnya keren, museum2 ala eropa klasik gitu

      Delete
  2. Kamu pinter juga review film tanpa spoiler, Ko..
    Nonton, ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya mbak, kalo spoiler nanti jadi ga seru dong
      nonton aja mbak, bagus kok

      Delete
  3. Replies
    1. aku jujur baru baca novelnya setengah sih wkwk

      Delete
  4. Film mistery, horor, thriller paling saya suka,. Penasaran bingit...mirip kayak national treasurenya nicholas cage gak ya...

    ReplyDelete
  5. Asiknya nonton filmnya si Langdon ini pake tempat2 cakep :)

    ReplyDelete
  6. Kudu nonton nih. Udah lama baca bukunya. Penasaran sama Bertrand Zobris...Brown memang keren. Asyik akahirnya dimajuin. Trims review-nya, Dik.

    ReplyDelete
  7. pengen nonton inferno, tapi katanya biar ngerti harus nonton Angels & Demons sama The Da Vinci Code dulu.. iya apa nggak sih.. males nyari dua film itu soalnya.. >,<

    ReplyDelete