Sosial Media, Diam-Diam Menikam atau Menguntungkan?




Hidup di jaman milenial serba teknologi seperti sekarang, keberadaan sosial media atau bahasa bekennya Sosmed sudah menjadi lifestyle bagi kehidupan kita. Tanpa disadari, sosmed telah bergeser menjadi suatu kebutuhan. Kalau dulu sosmed cuma sebagai ajang sharing, namun sekarang bertambah tujuan seperti bisnis, advertising dan lain sebagainya. Tentu kalau sosmed digunakan secara positif seperti ini, berdampak baik juga buat kita. Setuju nggak, teman-teman?

Tahukah kamu, negara kita menepati urutan ke-6 sebagai pengguna aktif internet di seluruh Dunia? Sekitar setengah dari total populasi penduduk Indonesia sudah menjadi pengguna aktif internet. Terus gimana dengan statistik pengguna sosial media? Berikut infografis dari hasil survey APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) :


Dari infografis di atas dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia sangat aktif dalam bersosial media. Berdasarkan usia, pengguna paling aktif berada di range umur 35 sampai 44 tahun. Ini menunjukan kalau bersosial media tidak memandang umur. Bahkan, sekarang anak dibawah 10 tahun sudah bisa bikin status di facebook atau ibu-ibu berusia 50-an membuat vlog tentang tutorial memasak di youtube.




Mari kita bahas tentang apa aja sih sosial media yang terkenal di Indonesia? Berdasarkan dari survey di infografis sebelumnya, ada 4 sosmed paling sering kita kunjungi dan tentu semuanya sudah melekat di kepala kita. Sosmed tersebut adalah :


Ini dia sosmed sejuta umat, dan semua udah pasti paham luar kepala fitur-fitur yang ada disini. Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang digunakan untuk berinteraksi secara sosial, baik sesama anggota keluarga, sesama rekan sekolah, sesama rekan bisnis, juga dapat berinteraksi dengan berbagai macam ras dari seluruh dunia untuk bertukar pesan, gambar atau foto, musik, dan juga video. Di sini bisa juga membuat grup dan sharing tentang hal-hal yang kita suka. Pertama kali rilis pada tahun 2004 oleh Mark Zuckerberg.


Instagram secara sederhana dapat didefinisikan sebagai aplikasi mobile berbasis iOS, Android dan Windows Phone dimana pengguna dapat membidik, meng-edit dan mem-posting foto atau video ke halaman utama Instagram dan jejaring sosial lainnya. Nantinya, poto yang kita bagi akan terlihat oleh followers (teman yang mengikuti kita). Rilis perdana pada 6 Oktober 2010 dan diakuisi oleh Facebook pada tanggal 9 April 2012.


Youtube adalah sebuah situs website yang dirancang untuk membagikan video yang sudah kamu rekam sebelumnya. Pengguna Youtube bisa mencapai jutaan bahkan ribuan pengguna youtube. Di perkirakan dalam satu menitnya pengguna youtuber meng-upload sebanyak 35 jam video yang di ungah ke youtube. Sekarang sosmed ini sedang booming di Indonesia, karena banyak konten kreator yang mengunggah video kreatif mereka.


Twitter merupakan sebuah layanan social networking yang termasuk dalam kategori Microblogging. Atau ngeblog singkat dalam satu paragraf (maksimal 140 huruf) dalam satu posting. Jika di ibaratkan, kalau Facebook itu main bola, maka Twitter adalah main futsal. Kalau Blogging itu membuat rumah, maka Microblogging itu membuat kandang ayam. Twitter diperkenalkan pertama kali pada tanggal 15 Juli 2006.







Berawal dari teman, aku mengenal sosial media. Dulu, dia mengajariku cara membuat akun, lalu posting sebuah status sampai berbalas komentar. Friendster namanya. Anak 90-an pasti tidak asing dengan sosial media satu ini. Lalu waktu berjalan, sampai akhirnya Friendster tergantikan oleh Facebook dan sosial media lainnya yang masih terkenal sampai sekarang.

Kemudian sosial media aku gunakan sebagai wadah curhatan khas anak remaja, upload foto-foto selfie yang terlihat keren pada jamannya, sampai stalking gebetan. Lama-kelamaan, karena sadar hal-hal seperti itu tidak ada manfaatnya, kemudian beralihlah tujuan nge-sosmed menjadi : Ajang promosi blog!

Dari waktu ke waktu, aku sering promosi blog dengan konten-konten yang menarik, sampai akhirnya berteman dengan lingkungan blogger-blogger se-Indonesia sampai sekarang. Di dunia maya bernama sosial media, aku mengenal banyak teman, dengan banyak pengalaman dan ilmu yang aku dapatkan. Sampai akhirnya ikut event-event blogger dan ketemu langsung dengan mereka. Rasanya senang sekali, yang sebelumnya merasa tidak tahu siapa-siapa menjadi kenal banyak orang. Ini dia, salah satu manfaat sosial media bila kita bijak menggunakannya.

Dibalik sisi manis tersebut, sosial media menyimpan kenyataan yang pahit. Seperti kasus baru-baru ini, dimana banyak berita HOAX dengan menyebarkan isu-isu yang belum terbukti kebenarannya. Ada yang terpancing, lalu tersulut untuk menulis komentar yang pedas. Ada yang tidak tahu apa-apa, lalu membagikan status tersebut hingga menjadi viral. Tentu, postingan HOAX seperti ini sangat berbahaya dan bisa membuat hati kita terbakar. Untuk itu, adanya sikap bijaksana dalam bersosmed adalah kunci utamanya.

Sosial media itu ibarat pisau bermata dua. Bila tidak digunakan secara hati-hati dan bijaksana, diam-diam akan menikammu sendiri. Sosial media tidak selalu sisi positif yang ada, namun selalu hadir sisi negatifnya. Tinggal diri kita sendiri bagaimana memilih sisi mana yang terbaik.



Caranya gimana? Pasti pertanyaan langsung muncul saat membaca kalimat di atas. Sosial media selain untuk mencurahkan semua perasaan kita, bisa juga untuk meraup profit yang menguntungkan. Salah satu caranya adalah dengan mengelola secara baik feeds pada timeline kita, dengan konten-konten yang informatif dan menarik, lalu brand akan melirik dan menawarkan kerjasama kepada kita.

Selain itu, sosial media bisa juga kita kelola untuk branding produk atau bisnis yang sedang kita jalankan. Namanya adalah digital marketing, yaitu pemasaran di dunia digital, dan sosial media adalah sasarannya. Coba bayangkan, kamu punya sebuah brand baju, kemudian kamu mengiklankan produk tersebut di Facebook ads atau Instagram Ads dan Boom! Brand baju kamu semakin terkenal dan laris dibeli. See? Sosial media bisa menjadi ajang iklan yang paling jitu di jaman serba sosial media seperti sekarang.

Tapi, memasang iklan di sosial media juga tidak sembarang juga, butuh strategi dan persiapan yang matang. Dari target konsumen, sampai ketepatan iklan tersebut sampai dimana juga patut diperhitungkan. Untuk itu, kita butuh belajar digital marketing dahulu. Muncul pertanyaan besar, belajar darimana?





Berawal dari teman di Facebook yang membagikan link tentang dumet school, aku tertarik untuk mencari informasi tentang kursus satu ini. Jadi, apa sih Dumet School itu?

DUMET School ini adalah kursus website dan digital marketing yang di handal oleh instruktur handal yang telah berpengalaman di bidang Web Training dan Development. Perusahaan ini telah menyeleksi dengan ketat dalam memilih setiap instruktur, yang diharuskan memiliki sertifikasi internasional seperti sertifikasi dari Adobe, Zend Framework, Microsoft dan lain sebagainya. Kamu bisa cek informasi lebih lanjut di www.dumetschool.com

Nah, disini rata-rata 50 sampai 100 orang telah belajar di kursus DUMET School setiap bulannya. Terbukti, dengan banyaknya antusias yang ingin belajar membuktikan bahwa DUMET School ini mempunyai pelayanan yang terbaik. Dengan sistem belajar yang nyaman ditambah paket kursus yang terjangkau, siapa sih yang enggak tertarik belajar disini?


Apa kita bisa belajar digital marketing di tempat kursus ini? Bisa banget! Dumet School menawarkan berbagai materi pembelajaran dan salah satunya bagaimana menguasai dunia marketing untuk memaksimalkan profit. Siapa aja sih yang bisa ikut? Pemilik bisnis, staff profesional, freelancer, mahasiswa, fresh graduate, pelaku UKM dan siapapun yang mau bisa Digital Marketing. Alias semua bisa ikutan!

Yup, infografis diatas adalah keuntungan kalau kamu mendaftar di Dumet School. Banyak ya untungnya? Selain itu, asyiknya lagi kita bisa bebas memilih jam kursus, semi private, periode kursus tidak dibatasi oleh waktu dan gratis konsultasi yang bahkan setelah lulus akan disupport seumur hidup. Itu beberapa alasan yang aku suka dari kursus ini.

Dengan segambreng keuntungan yang bisa kita dapat, dengan harga yang terjangkau, kursus Dumet School bisa jadi pilihan kamu untuk mengarungi dunia digital marketing untuk meraup profit bisnis atau branding produk. Memang, sosial media itu asyik buat stalking-stalking gebetan, tapi yakin, enggak mau dikelola biar lebih menguntungkan lagi? Memang, sosial media itu asyik buat bikin status-status galau atau romantis buat di-share ke temen-temen, tapi yakin, enggak mau branding produk atau bisnismu?



Tidak ada yang salah dengan bermain sosial media, namun ada batasan saat mengarungi dunia sosial yang maya ini. Bijaksana dan berhati-hati, itulah dua kata yang menjadi prinsip saat bersosmed. Di lain sisi, sosial media mempunyai segudang keuntungan yang bisa kita petik, salah satunya seperti digital marketing. Sosial media, diam-diam menikam atau menguntungkan? Semua tergantung pada dirimu sendiri.


CONVERSATION

3 komentar:

  1. Hampir 50% penduduk indonesia udah punya akun sosial media, kebayang kalo sosial media jadi diblokir.
    Hahaha, setuju banget sama statement akhirnya, sosmed punya dua sisi, ambil sisi yang baik, buang yang buruk

    ReplyDelete
  2. Bersosial media memang harus bijak. Sekedar ikut arus malah menjadikan kita terombang ambing dan gak punya pendirian

    ReplyDelete
  3. wah baru tahu ada sekolah online beginian

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, link hidup akan dihapus. Terimakasih sudah membaca :)