5 Momen Berkesan di Jogjakarta


Satu hal menyenangkan ketika menginjakkan kaki di alam terbuka adalah perasaan damai. Damai tanpa hingar-bingar perkotaan, damai jauh dari kebisingan dan damai tanpa mikirin tetek bengek duniawi. Merasakan sejuknya deburan ombak ditiup angin, melihat awan-awan saling kejar-kejaran di langit biru, terpana menyaksikan keagungan gunung menjulang tinggi, semua pahatan indah Gusti membuatku sadar akan satu hal : Siapa sih kita di Alam ini?

Ketika pertanyaan tersebut datang, semua masalah dan pikiran-pikiran duniawi hilang seketika. Seperti ditiup angin jauh-jauh. Ngga ada masalah besar maupun berat. Kita cuma bagaikan semut yang berjalan di bumi, alias engga ada apa-apanya di alam serba luas ini. Detik itu juga, aku merasa bersyukur luar biasa karena hidup enggak seberat yang aku pikirin. Life is good!

Momen itu sering aku rasakan ketika menginjakkan kaki di Jogjakarta. Entah, ada sesuatu yang membuat hati selalu kangen sama kota ini. Tentang budaya yang masih kental, tentang orang-orangnya yang sopan dan keindahan alamnya. Ini dia beberapa momen di Jogjakarta dan cerita dibaliknya yang masih terkenang sampai sekarang. Selamat membaca~


Mercusuar Pantai Baron, Gunungkidul

Jangan salah, itu baju dari belakang basah bukan karena kena air pantai tapi karena basah keringetan! Sebagai anak yang punya phobia ketinggian, naik ke puncak mercusuar setinggi 10 lantai yang ada di atas bukit pantai Baron butuh keberanian ekstra. Berkali-kali bahkan sampai jerit histeris enggak mau naik sampai pucuk atas. Tapi dasarnya anaknya penasaran abis, jadilah penasaran mengalahkan rasa takut.

Sampai di atas puncak, Subhanallah, aku terpana dengan apa yang aku saksikan. Pemandangan bukit-bukit hijau berderetan berkilau terkena sinar matahari dan aktifitas orang-orang yang sedang bermain di pantai dengan ukuran yang kecil dari atas mercusuar. Angin kencang berkali-kali menampar wajahku, mencoba meyakinkan kalau sedikit rasa berani bisa mengalahkan rasa takutmu, and i beat it.



Hutan Pinus Imogiri

Pertama kali datang ke jogjakarta sekitar dua tahun yang lalu, pertama kali juga terpesona dengan hutan ini. Tentang Pohon pinus berumur ribuan tahun yang menjulang tinggi berbaris rapi dan aroma petrichor yang kala itu diguyur gerimis menambah rasa syahdu. Sebodo amat sepatu kotor kena lumpur, aku tetap memaksakan jejakku mengitari hutan ini.

Mungkin bagi kalian ini remeh, tapi aku suka sama hutan. Menurutku, hutan itu ibarat rumah bagi puluhan bahkan ratusan spesies yang saling berbagi tempat tinggal. Waktu itu, sampai duduk diem lama banget di salah satu bangku kayu sambil bengong liat pohon-pohon pinus, mikirin apa aja sih yang kalian rasain di bumi selama itu? Pernah dengar alam bisa berbicara dengan bahasa mereka sendiri? Nah, kala itu aku berasa lagi ngobrol sama alam, lewat bahasa batin.



Pantai Seruni, Gunung Kidul

Masih tentang Jogja, kenapa sih kota ini nagih banget buat dikunjungin berkali-kali?

Kali ini sekitar setahun yang lalu, di salah satu pantai yang terbilang masih perawan alias jarang yang tahu lokasi ini. Dulu, jalan menuju pantai ini sangat-amat seram. Banyak kerikil, licin kena lumpur bahkan masih banyak hewan-hewan unexpected seperti elang yang berkali-kali terbang di atas kita. Masih terekam nyata gimana takutnya kita yang cuma berdua doang menelusuri tempat yang asing ini.

Pertama kali lihat pantainya, senyum sumringah langsung muncul. Indah sekali! Ombak yang bergulung-gulung menyapu pasir putih yang berkilau, dan langit biru terpampang luas. Mau tahu berapa lama kita di pantai ini? Hampir seharian! Sebodo amat kulit gosong, yang penting seneng dan bahagia. Perjalanan yang sangat meletihkan menuju sini terbayar lunas sama pantai yang cantik.



Candi Sewu, Prambanan

Mungkin kalau enggak nyasar, kita berdua enggak akan ketemu sama candi ini. Masih dalam ekspedisi berpetualang bareng sahabat sekitar tahun lalu, akhirnya kita coba mampir ke Candi Prambanan. Letak candi ini ada di sekitar timur Prambanan dan jarang ada yang mau jalan kaki sampai sini, karena letaknya yang kurang strategis.

Candi Sewu atau Candi Seribu yang konon katanya ada seribu candi dalam satu kompleks ini. Ketika masuk lebih ke dalam, kita terhipnotis oleh keindahan pahatan patung-patung yang ada di dalam Candi. Tempat ini adalah saksi bisu sejarah dan alam yang telah terjadi beratus-ratus tahun lamanya. Sebagai mahluk yang baru saja datang di bumi selama dua puluh dua tahun, merasakan atmosfir candi ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan.



Pantai Watu Kodok, Gunung Kidul

Salah satu wishlist yang berhasil dikabulkan : melihat sunset di pantai. Demi keinginan ini, sampai rela naik motor matic berdua bareng sahabat dari Semarang ke Gunungkidul cuma karena sunset. Banyak orang bilang kejarlah mimpimu sejauh manapun, maka inilah yang aku lakuin untuk menembus satu mimpiku.

Momen paling menyentuh sepertinya saat ada di sini. Aku dan sahabatku duduk berdua di pantai sambil melihat matahari yang perlahan tenggelam, sambil ngomongin hal-hal yang menyenangkan. Guratan-guratan merah keemasan di sekitar matahari yang mulai turun membuat pemandangan semakin mempesona sampai akhirnya langit memudar menjadi malam. 


---

Sebenarnya, masih banyak momen-momen lain di Jogjakarta yang masih membekas sampai sekarang. Mungkin karena saking banyaknya, sampai bingung pilih mana saja yang bakal ditulis. Kalau kamu, apa sih momen paling berkesan di Jogjakarta?

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar, link hidup akan dihapus. Terimakasih sudah membaca :)