Foto Terlalu Ramai? Snapseed Jawabannya

Foto Terlalu Ramai? Snapseed Jawabannya

"Eh lu kok bisa sih poto di situ pas sepi banget? 
gue udah belain datang pagi-pagi masih aja rame"

"Ehehehehe..."

Begitulah kira-kira beberapa hari yang lalu saat saya posting di Instastory dan banyak temen-temen saya langsung DM. Pertanyaannya pun sama : kok bisa sih poto di spot iconic di Taman Sari dengan 4 tangga simetris, tanpa ada orang yang lewat? Padahal mah .... itu hanyalah ilusi.

Sebenarnya ini kali kedua saya berkunjung ke Taman Sari Jogjakarta, dan dua kali kunjungan sama-sama ramai sekali. Padahal, kunjungan saya bukan saat weekday maupun hari-hari liburan, yang saya pikir pasti bakal lebih sepi. Tapi teteup, masih ramai.

Mungkin, mungkin loh ya, wisata ini punya daya tarik tersendiri yang membuat orang penasaran untuk datang berkali-kali. Saya pun walaupun sudah kedua kali datang, tetep nggak bosen.

Bedanya, kunjungan kedua saya memakai jasa guide tour dengan membayar seikhlasnya. Namanya bapak Maryanto, beliau ini sekaligus abdi dalem keraton Jogjakarta. Beliau sangat ramah, menjelaskan secara rinci tentang sejarah Taman Sari, bahkan cerita-cerita yang cukup membuat saya takjub. Dan tentu, cerita tersebut tidak ada di google.

Cerita jalan-jalan ke jogja bakal saya tulis di posting terpisah aja, soalnya pasti bakal panjang hehehe. Ditunggu aja ya yang mau nungguin~

Foto Terlalu Ramai?

Jaman sekarang, teknologi udah makin canggih. Salah satunya, mari saya perkenalkan, aplikasi yang bisa menghilangkan objek di suatu poto menjadi paripurna. Namanya Snapseed, dan aplikasi ini bikinan dari perusahaan google. Bisa kamu download secara gratis di android maupun iphone.

Dan ini dia jawaban di balik poto saya saat di Taman Sari bisa sepi tanpa ada pengunjung, padahal mah, RAME EUY! Sampai awkward banget berdiri di tengah sementara yang lain nungguin di pinggir sambil ngeliatin kita. Ya, semua berkat fitur healing di Snapseed.


Caranya nih walaupun keliatan gampang tapi butuh ketelitian dan kesabaran. Kadang salah gesek dikit, warnanya jadi berubah dan kadang sampai ngerubah objek sekitarnya. Jadi tips saya biar rapih adalah seperti berikut :
  • Setelah kamu klik healing, lakukan pinch out di layarnya agar potonya bisa ter-zoom sampai besar. Kalo udah ter-zoom jadi lebih enak nge-gesek-geseknya.
  • Jangan langsung gesek banyak, kalau bisa dikit-dikit dulu baru lihat hasilnya kayak gimana.
Sebagai pembanding, berikut poto yang udah saya edit sedemikian rupa walaupun belum terlalu rapih karena sedang terburu-buru :

SEBELUM | semua mata memandang kami, menunggu giliran. So Awkward!


SESUDAH | Bhay everyone!


Dan koh Deddy Huang, salah satu teman blogger saya pun request fotonya untuk dipermak. 
Berikut hasilnya :

SEBELUM | Hey people stop looking at me!

SESUDAH | This world is only mine~

Satu yang menarik, Snapseed ini bukan cuma fitur healing yang oke, masih banyak fitur lain yang bisa dipakai buat editing. Sampai sekarang, saya suka edit grading warna dan HDR yang menurut saya lebih natural dibandingkan dengan VSCO. Tapi kembali lagi dengan selera masing-masing ya.

Satu lagi catatan, meskipun bisa dihilangkan, namun ada beberapa poto yang malah lebih bagus jika banyak objek kerumunan orang dibanding harus dihilangkan. Jadi, disesuaikan dengan kebutuhan saja. Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa~

Post a Comment

  1. App andalanku nih. Sejak kenal dia, nggak mau upload foto instagram tanpa melewati seleksi Snapseed wkwkwk

    ReplyDelete
  2. ih bagus yah baru tahu snapseed ini :) ga khawtair lagi klo foto ditengah banyak orang ya kang

    ReplyDelete
  3. Wow.. udah lama punya snapseed tapi baru tahu kalo healing bisa buat hilangin orang! Kirain cuma noda doang! 😅
    Thx for sharing!

    ReplyDelete
  4. jadi agak horor efeknya apalagi tempatnya di lorong2 gitu wkwkw

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, link hidup akan dihapus. Terimakasih sudah membaca :)

Author

Handikoo

Hello there!

I'm Handiko Rahman Pebrianto and just call me Diko. Absolutely awkward, proudest of nerd and geek. Serious Blogger.

Semarang, Indonesia.
click here to know more about me (also for partnership)
Contact : Handikorp@gmail.com

Subscribe

Terbaru

dumet School

Followers