February 8, 2019

Monster itu Bernama "Inflasi"

3 tahun yang lalu setelah lulus diploma, aku punya goal buat nerusin kuliah S1. Dengan semangat, semua informasi tentang kampus mulai aku cari : dari universitas favorit, akreditas, sampai biaya kuliah. Sampai akhirnya aku menemukan kampus yang cocok dari segi kualitas dan biaya. Kurang lebih butuh biaya 25 juta.

Sedikit demi sedikit mulai nabung. Walaupun pada akhirnya takdir berkata lain, tabungan itu dipakai untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

Beberapa hari yang lalu, entah kenapa mimpi itu bangkit kembali : aku pengen lanjut kuliah! Kemudian, aku mulai mencari informasi tentang kampus idaman itu di tahun ini. Sempet shock, karena biayanya naik. Sebesar 28 juta. Itu artinya, selama setahun selalu ada kenaikan biaya.

Itulah yang aku sebut, monster Inflasi.


Secara umum, inflasi bisa diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa dalam jangka waktu panjang. Contoh gampangnya, uang 50 ribu sekarang jauh beda nilainya dengan 50 ribu jaman dulu. Kalau dulu uang gocap bisa buat beli 10 mangkok bakso, maka di jaman sekarang cuma dapet 5 mangkok bakso aja.

Inflasi itu diam-diam menghanyutkan. Dia ada, tapi keberadaannya enggak terasa. Rata-rata kenaikan inflasi tiap tahunnya 5%. Kalau sekarang kita enggak mikirin tentang ini, bayangin betapa repotnya memikirkan keuangan kita di masa depan!


Terus apa yang bisa kita lakuin? Kalau sebagian dari kamu menjawab dengan menabung, tentu benar. Tapi, menabung bukan cara yang efektif. Let me tell you something : investasi jauh lebih berguna!

Kenapa investasi? Kenapa enggak nabung aja di bank?

Jadi seperti ini, misal kamu nabung di bank dengan setoran per bulan sebesar 200 ribu. Dalam jangka waktu 1 tahun maka hasil yang didapat bisa sampai 2,4 juta rupiah. Lalu, pihak bank akan memberi bunga bank yang enggak lebih dari 1% per tahun. Jangan lupakan biaya administrasi per bulan, yang totalnya bahkan lebih tinggi dari hasil bunga setahun itu.

Duitnya sih aman di bank, tapi bukannya berkembang biak, duitnya malah terkikis perlahan.

Lain ceritanya kalau uang disimpan dalam bentuk investasi. Jika dalam setahun terjadi inflasi sebesar 5% dan nilai investasi kita lebih dari 5%, maka kita sudah berhasil memerangi monster inflasi itu.

Ini kali kedua aku hadir di acara kopdar investarian yang diadakan oleh Manulife. Kalo acara kopdar pertama dulu kami diberi ilmu dasar tentang investasi, sekarang kami mempelajari lebih lanjut tentang cara ngelawan inflasi.


Baca juga : Kopdar pertama investarian, ayo berinvestasi!




Bapak Legowo Kusumonegoro, selaku Presiden MAMI Indonesia, menjelaskan kalau berinvetasi bukan cuma gambling alias harus punya ilmu. Ketika kamu berinvetasi, maka harus siap dengan resikonya. Semakin tinggi resikonya, maka imbal hasilnya juga tinggi, pun sebaliknya.

high risk, high return. Low risk, low return.
Perlu digarisbawahi lagi, kalau investasi bukan spekulasi, bukan juga judi. Selama tujuan yang jelas dan disiplin, maka resiko bisa dikelola.

Pada kopdar kali ini, kami diperkenalkan juga dengan salah satu jenis investasi yaitu Reksa Dana. Reksa Dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari investor yang kemudian dikelola oleh Manajer Investasi. Di manulife sendiri reksadana dikelola oleh MAMI atau Manulife Aset Manajemen Indonesia. Bisa kamu cek di www.klikMAMI.com


Di akhir kopdar, ada sesi tentang perhitungan kalkulasi perencanaan keuangan dengan berinvetasi. Seru banget! Di sini kita sharing tentang keinginan dan goals yang ingin dicapai, dan berapa target keuangan yang harus kami anggarkan.

Kira-kira, punyaku seperti ini :
Itu adalah perhitungan yang harus aku sisihkan tiap bulan : Rp. 811,102. Dengan total uang segitu perbulan, maka keinginan untuk kuliah S1 selama 5 tahun kedepan akan tercapai. Dengan catatan sudah menutup kenaikan harga inflasi selama 5 tahun kedepan. Semangat!

Kopdar ini selalu menyenangkan. Dari kopdar pertama sampai yang kedua. Materi yang diberikan membuka wawasanku untuk lebih bijak dalam keuangan. Apalagi aku yang masih muda. Sebaiknya direncanakan sedini mungkin.


Semoga artikel ini bisa membuka mata kalian juga tentang investasi. Jangan sampai keuanganmu dimakan si monster inflasi. :p


Jumat 8 Februari 2019
Pukul 12:46 AM
Cenat-cenut mikirin keuangan masa depan

5 comments:

  1. Wah betul juga sih ya kak, terima kasih informasinya

    ReplyDelete
  2. Monster inflasi haha. Inflasi bisa jadi monster ya karena menakutkan wkwk

    ReplyDelete
  3. Betul juga tuh mending investasi ya daripada nabung di bank

    ReplyDelete
  4. Haha dia ada tapi keberadannya nggak terasa, kok baper yah wkwk

    ReplyDelete
  5. Terima kasih informasinya tentang inflasi :D

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, link hidup akan dihapus. Terimakasih sudah membaca :)

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search