September 9, 2020

5 Kebiasaan Ini Harus Dihentikan saat Maag


Pada dasarnya, penyakit maag tergolong ke dalam penyakit ringan. Namun, sebagian pasien maag yang mengalami maag akut atau kronis berpotensi memiliki penyakit serius lain yang diakibatkan oleh maag yang parah dan menahun. Ketika kambuh, maag dapat mengganggu aktivitas bahkan menghambat hingga tidak dapat beraktivitas sama sekali. Oleh sebab itu, ada beberapa kebiasaan yang harus dihentikan jika kamu memiliki masalah lambung yang satu ini. Inilah 5 kebiasaan yang harus dihentikan saat maag!


1. Mengkonsumsi Minuman Bersoda

Kamu pasti pernah bersendawa setelah mengkonsumsi minuman bersoda. Sendawa tersebut dihasilkan dari kandungan karbon dioksida yang terdapat pada minuman bersoda. Kandungan karbon dioksida pada minuman bersoda tampak jelas pada gelembung-gelembung yang menempel pada botol atau wadah yang berisi minuman bersoda. Sebagaimana kita ketahui bahwa karbon dioksida termasuk ke dalam senyawa gas. Tidak semua gas keluar melalui sendawa, sebagian tertinggal di usus sehingga dapat menyebabkan naiknya asam lambung pada pasien maag.


2. Makan dalam Skala Besar

Belakangan ini viral konten makan dalam skala besar yang hanya dihabiskan oleh 1-2 orang. Sah-sah saja memang, namun hal ini harus dihindari oleh pasien maag. Mengkonsumsi makanan dengan skala besar dapat mengakibatkan adanya regangan pada perut. Hal inilah yang membuat perut terasa kenyang. Sayangnya, perut yang merenggang ini akan menekan sfingter esofagus bagian bawah sehingga muncul rasa kembung di perut.

Tahukah kamu apa itu sfingter esofagus? Sfingter esofagus merupakan otot yang dapat mengatup untuk membantu proses bergeraknya makanan menuju perut.

Merenggangnya perut dapat membuat sfingter esofagus terbuka dan dapat berakibat terjadinya kebocoran isi perut (termasuk asam lambung) naik ke kerongkongan sehingga maag dapat kambuh.

 

3. Mengkonsumsi Pengganti Gula

Bagi kamu yang memiliki berat badan berlebih, mungkin makanan dengan kandungan gula yang tinggi merupakan salah satu yang kamu hindari. Namun memilih produk dengan klaim “bebas” gula juga bukan merupakan solusi jika kamu memiliki penyakit maag. Cobalah sesekali melihat label komposisi di bagian belakang kemasan produk yang memiliki klaim “bebas gula”. Biasanya akan mudah ditemukan bahan pengganti gula seperti xylitol, manitol, sorbitol, dan alkohol gula lainnya. Selain itu, biasanya produk tersebut juga mengandung pemanis rendah kalori (pemanis buatan) seperti yang biasa terdapat pada makanan. Bahan-bahan tersebut sulit diserap oleh usus besar sehingga menghasilkan gas yang bisa membuat maag menjadi kambuh. So, hati-hati ya dalam memilih makanan kemasan meski memiliki klaim yang terkesan aman sekalipun. Membaca komposisi adalah kunci!


4. Mengkonsumsi Gorengan serta Makanan Berlemak lainnya

Siapa sih yang nggak suka masakan padang? Kuah santannya yang beraneka ragam membuat perut selalu keroncongan setiap melihatnya. Belum lagi aromanya yang menggoda siap-siap membuat kamu jadi ingin membelinya. Eits, tapi tidak disarankan bagi kamu yang memiliki penyakit maag. Makanan yang mengandung lemak cenderung lebih lambat dicerna dibandingkan jenis makanan lainnya. Hal inilah yang membuat lambung menjadi lebih banyak asam serta memberi pengaruh relaksasi pada sfingter esofagus. Kondisi ini membuat otot terbuka yang menyebabkan asam naik menuju kerongkongan.


5. Berbaring Setelah Makan

Bagi pasien maag, makan mendekati waktu tidur merupakan hal yang harus dihindari. Sebab, hal tersebut memungkinkan kamu untuk berbaring setelah makan. Padahal, berbaring setelah makan dapat membuat penyakit maag kambuh lho. Mengapa demikian? Posisi berbaring membuat gravitasi tubuh tidak lagi mengarah ke perut sehingga asam berpotensi naik ke kerongkongan melalui sfingter esofagus.

 

Itulah beberapa kebiasaan yang harus dihentikan saat maag. Untuk mengantisipasi kambuhnya penyakit maag, kamu bisa menyetok obat antasida seperti promag yang bisa kamu dapatkan di toko terdekat. Stay healthy!

Post a Comment

Silahkan berkomentar, link hidup akan dihapus. Terimakasih sudah membaca :)

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search