September 14, 2020

Piknik di Bukit Cinta Rawa Pening saat Era New Normal. Pemandangannya Bikin Takjub!


Halo lur, apa kabar? 


Jujur rasanya tuh kangen banget mbolang! melangkah ke tempat baru, ngelihat pemandangan alam, nyobain kuliner yang enak terus malamnya bobok cantik di hotel. Bahkan, aku punya rencana di akhir bulan September ini buat pergi jalan-jalan ke Makassar. Semua udah direncanain mulai dari beli tiket pesawat, booking hotel, itinerary sampai uang sangu. Tapi namanya juga bencana alam, nggak ada yang bisa menduga. Covid-19 emang merusak jadwal piknik kita, tapi Covid-19 nggak bisa merusak semangat kita. Pokok e semangat terus ojo nganti pedhot!


Ngomongin tentang piknik, kebetulan seminggu yang lalu waktu lagi asyik main instagram, aku tertarik dengan postingan akun @pesona_kabsemarang yang isinya daftar destinasi wisata Kabupaten Semarang yang udah lolos ujicoba operasional era new normal (postingan bisa dilihat di sini). Detik itu juga langsung semangat, gejolak jiwa dolanku bangkit kembali! *halah*


Pilihan pertama tertuju ke Bukit Cinta Rawa Pening. Alasannya karena dua tahun lalu pernah datang ke sini tapi masih dalam tahap pembangunan. Terus sekarang rasanya penasaran, bakal sebagus apa sih tempat ini? Monggo, silahkan duduk yang nyaman, ambil cemilan dan selamat membaca untuk menemukan jawabannya! :)


Baca juga : Liburan Ke Umbul Sidomukti saat era Adaptasi Kebiasaan Baru. Seru Banget!



 PERJALANAN MENUJU BANYUBIRU

Perjalanan yang aku tempuh dari rumahku (daerah Jatingaleh, Semarang) menuju lokasi menempuh waktu sekitar 1 jam dengan motor. Waktu itu cuaca cerah sekali, seolah mendukung perjalananku. Bukit Cinta Rawa Pening, atau disebut juga Love Hill of Rawa Pening berada di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.



Sesampainya di sana, jujur sempat pangling karena tempatnya JAUH lebih bersih dan terawat! Rasanya tempat ini berubah drastis dari dua tahun lalu. Berulang kali mikir, jangan-jangan salah masuk lokasi ya? 


Kiri : Pintu masuk wisata | Kanan : Tempat cuci tangan


Tiket masuk ada barcode-nya, yang nanti di scan di pintu masuknya. Canggih!


Setelah parkir motor, aku dan temanku langsung menuju ke area pintu masuk. Semilir angin sejuk langsung menyambut wajah kami. Sebagai informasi, Kabupaten Semarang dikelilingi banyak gunung. Itulah mengapa daerah Kabupaten Semarang lebih adem dibanding kota Semarang. 


Tiket masuk dibanderol harga Rp.10.000,- saat weekday (Senin-Jumat) dan Rp.15.000,- saat weekend (Sabtu, Minggu dan hari libur) dan free untuk umur di bawah 2 tahun. Sesuai pengalaman, aku saranin datang waktu weekday, karena selain lebih murah juga lebih sepi. Lebih leluasa buat poto-poto :p 



PROTOKOL KESEHATAN KETAT

Meskipun destinasi wisata ini udah dibuka untuk umum, tapi ada kewajiban protokol kesehatan bagi pengunjung yang harus dipatuhi! Salah satunya, setiap pengunjung wajib diukur suhu tubuh dengan batas maksimal 37.5 derajat celcius, wajib mencuci tangan sebelum masuk ke area wisata dan wajib mengenakan masker. 


Setiap pengunjung wajib dicek suhu tubuhnya dengan termometer tembak

Kiri : cuci tangannya yang bersih ya guys | Kanan : disemprot dulu di pintu gerbang

Menariknya, sebelum masuk ke area wisata, ada gerbang dengan semprotan disinfektan di sisi kanan dan sisi kiri. Jadi nggak cuma pengunjung aja, kendaraan yang kita tumpangi pun bakal bersih. Buat kamu yang naik motor, siap-siap turunin kaca helm kalian ya kalo nggak mau muka kalian basah hihi.


Untuk kebutuhan cuci tangan, ada 4 buah keran yang bisa dipakai pengunjung. Antriannya pun harus jaga jarak loh alias social distancing. Jangan deket-deket, karena bakal kena semprot petugas. Oh iya, ada juga pembatasan jumlah pengunjung dan batas waktu buka dari jam 8 pagi sampai 4 sore di era new normal.


Menurutku dari sisi protokol kesehatan, sebagai pengunjung aku merasa pihak pengelola wisata ini sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Jujur, awalnya aku parno sebelum datang ke sini. Tapi setelah ngerasain sendiri step-by-step protokolnya, jadi ngerasa aman dan nyaman~



SELAMAT DATANG

Setelah melakukan proses protokol kesehatan dan beli tiket, akhirnya aku masuk ke area wisata. Langsung disambut oleh ornamen patung dengan pahatan kisah legenda Rawa Pening yang cantik!


Tinggi patungnya sekitar 4-5 meter guys

Kiri : detail pahatan ukirannya detail banget! | Kanan : keren banget, keliatan realistik!


Legenda Rawa Pening itu salah satu cerita favoritku dari kecil. Kalian pernah dengar legenda ini belum? Jadi cerita singkatnya, ada seekor naga bernama Baru Klinthing yang bisa berbicara. Suatu saat dia sangat kelaparan dan ingin meminta sesuap makan kepada warga di sebuah desa di Gunung Telomoyo. Karena mereka tamak dan pelit, akhirnya Baru Klinthing diusir. Di tengah jalan dia bertemu janda tua bernama Nyi Latung. Dengan kebesaran hatinya, Nyi Latung memberikan semua makanannya ke Baru Klinthing.


Sampai akhirnya Baru Klinthing ingin balas dendam. Suatu hari dia datang kembali ke desa. Baru Klinthing menancapkan satu lidi dan menantang semua warga untuk mencabut lidi tersebut. Tidak ada satupun yang bisa. Kemudian giliran Baru Klinthing mencabut lidi tersebut dengan mudah. Begitu dicabut, gemuruh air keluar sangat deras melalui lubang lidi tersebut, dan menenggelamkan desa itu sampai terbentuklah sebuah rawa bernama Rawa Pening.


Nyi Latung pun sudah mempersiapkan diri dengan berada di sebuah lesung kecil. Nyi Latung menjemput Baru Klinthing dan meninggalkan desa tersebut. Menarik ya legendanya, moral yang bisa dipetik : jadi orang jangan pelit dan sombong!


Itulah kenapa kalau kalian amati secara detail, ada patung berbentuk naga dan seorang nenek yang duduk di atas lesung. Konon katanya, naga Baru Klinthing itu masih ada menjaga Rawa Pening. Percaya ngga percaya sih, tapi legenda Rawa Pening menarik banget buat diulik.



WAJAH BARU YANG KECE

Dua tahun dulu, ketika aku datang ke Bukit Cinta Rawa Pening, isinya kurang terawat dengan jalan yang rusak dan pepohonan yang terlihat tidak diurus. Namun sekarang? ZIMZALABIM! Seperti di sulap, Bukit Cinta Rawa Pening punya penampakan baru yang sangaaaaat bagus! Jujur, masih nggak nyangka Kabupaten Semarang punya destinasi wisata se-kece ini!


Penataan dan pemilihan pohonnya bagus!

Desain bangku yang minimalis dan edgy


Hal pertama yang menarik perhatianku adalah konsep Bukit Cinta Rawa Pening yang dirombak menjadi sangat artistik dengan jiwa milenial banget. Mulai dari pemilihan dominasi abu-abu batu dan cokelat kayu, sampai bentuk ornamen seperti bangku, bangunan, pot, pagar dan lainnya. Terkesan minimalis, namun juga edgy. Perlu diacungi jempol juga, karena mereka masih mempertahankan detail tradisional di beberapa sudutnya. Asli, aku sampe mlongo berkali-kali :))


Area destinasi wisata di sini terbilang luas, jadi buat kalian yang mau mampir pastikan jangan mepet-mepet jam tutup ya guys! Datanglah pagi karena bakal puas mengitari semua area-nya. Tenang, siang terik panas pun nggak begitu berasa karena di sini dekat gunung jadi sejuk~~



SPOT INSTAGRAM-ABLE

Memanggil orang-orang yang doyan foto, aku kasih tau : Banyak spot foto lucu di sini! Beneran deh, saking banyaknya poto-poto, sampe bingung milih foto yang mana aja buat di upload :D


Ini namanya pose sok cool :D

Kiri : Jembatan panjang cocok buat poto-poto | Kanan : Spot lucu buat poto 


Sekitar 50 meter dari pintu masuk, di sisi bagian kanan ada dermaga dengan papan kayu dan pagar yang kece. Dermaga ini terbilang panjang banget guys, kalau kalian lihat di poto atas, dermaga mentok sampai ujung sana loh. Pemandangannya indah banget. danau rawa pening dengan eceng gondok hijau berkerumun. Kalau lagi beruntung, bisa lihat momen nelayan yang sedang memancing! 

Note : ketika memegang pagar, jangan lupa langsung cuci tangan atau pakai hand sanitizer ya guys. Tenang, daerah situ ada tempat cuci tangannya kok.

20 menit puas jepret foto di area dermaga dan menikmati pemandangan (sampe 20 menit karena saking keasyikan wkwk) aku langsung melangkah lebih jauh ke selatan. Mata langsung terpana melihat sebuah bangunan eye-catching dengan atap bolong. Kejutan apalagi nih?

Para pengunjung taat untuk social distancing. Salut!

Kiri : Atapnya bolong, unik banget! | Kanan : Nyaman banget duduk di sini sambil liat pemandangan

Bangunan ini semacam gardu pandang, yang didekorasi dengan ornamen yang kece. Dominan warna cokelat kayu dan tamannya yang dirawat sedemikian rupa, jadi perpaduan yang cantik. Atapnya yang bolong jadi makin unik! Selain agar atapnya tidak rusak diterpa angin, juga sebagai sirkulasi udara. Selama muter-muter di sini, selalu disambut sepoi-sepoi angin. Cocok banget buat duduk santai, apalagi bareng pasangan. Romantis banget!

Buat yang jomblo kayak aku? Gapapa kok, kan bisa bareng temen atau sahabat. Bisa juga duduk sendiri buat merenung hehe. Bebas, nggak ada yang ngelarang! :D

Oh iya, bangunan ini paling banyak dikunjungi oleh pengunjung. Perlu diacungi jempol, meskipun ramai tapi mereka tetap jaga jarak alias social distancing. Masker pun masih tetap dipakai. Keren!


KEBERSIHAN NOMOR SATU
Secara nggak sadar, kita pasti menyentuh hal-hal yang ada di sana seperti contoh bangku, pagar dan lain sebagainya. Nah, untuk itu kita WAJIB selalu cuci tangan setiap saat ya temen-temen~

Mari biasakan cuci tangan~

Jangan malas cuci tangan ya! Udah disediakan banyak fasilitas cuci tangan loh!

Setiap berjalan kira-kira 100 meter, aku melihat ada fasilitas cuci tangan. Semua berjalan baik, mulai dari air yang mengalir deras dan bersih, sampai sabun cuci tangan. Sepanjang berjalan, kira-kira aku menemukan 6-7 fasilitas cuci tangan ini di berbagai spot yang menyebar.

Tuh, malu kalo buang sampah sembarangan

Dari sisi kebersihan menurutku area tempat wisata ini terbilang bersih. Ada banyak fasilitas tempat sampah di berbagai sudut yang menyebar. Selalu jaga kebersihan ya teman-teman, salah satunya dengan buang sampah yang benar. Kalo lingkungan bersih, kan sama-sama enak toh? :)


SENSASI NAIK PERAHU
Dan ada yang seru loh guys, di Bukit Cinta Rawa Pening kamu bisa naik perahu motor dan menikmati pemandangan Rawa Pening dari dekat. Romantis banget! Sayang sekali, waktu itu aku lagi nggak bawa duit, padahal aslinya pengen banget naik perahu :(( Next, kalau ke sini lagi harus wajib naik ini~

Sensasi mengitari Rawa Pening dengan perahu motor

Kiri : Daftar harga naik perahu motor | Kanan : spot kece untuk foto-foto

Untuk tarif naik perahu motor, dikenakan biaya Rp. 100.000,- dengan maksimal 4 orang penumpang (peraturan baru untuk era new normal). Waktunya kurang lebih 30 menit mengitari Rawa Pening. Tenang guys, petugasnya piawai kok menjalankan perahu motornya.

Kalau misal kamu nggak mau naik fasilitas ini karena tidak bawa uang atau takut, aku saranin ke kamu buat turun ke dermaga dan poto-poto di area ini karena spot-nya keren banget! Dengan banyak perahu kayu yang dicat warna-warni, jembatan dari kayu bambu serta pemandangan gunung yang cakep. Tapi perlu diingat, kalau kamu membawa anak kecil di bawah umur, sangat WAJIB diawasi biar nggak terjadi hal-hal yang nggak diinginkan.

Tempat ini cocok buat kamu yang sedang kasmaran

Kalian pernah mikir nggak sih, kenapa destinasi wisata ini dinamakan Bukit Cinta? Jadi konon ceritanya dulu banyak pasangan muda-mudi yang kasmaran sering pacaran di sini. Nggak heran, karena di sini tempatnya romantis banget! Suatu saat kalau udah pacar, aku pengen ngajak pacarku ke sini :')

Ada sebuah mitos yang menarik. Ketika sepasang kekasih datang ke sini, mereka harus memasang gembok di pagar Gembok Cinta biar hubungan mereka tetap awet sampai lama. Jangan terlalu diambil pusing ya guys, anggap mitos ini sebagai seru-seruan aja~

Sekitar 10 meter dari sisi kanan Gembok Cinta, ada sebuah bangunan garda pandang dengan balkon yang luas. Inilah spot favoritku dari semua spot yang ada, karena di sini sepi dan hening, dan pemandangannya langsung ke arah Gunung Ungaran. Berdiri lama di sini itu rasanya damai banget, menyejukkan hati dan pikiran. 

Keren bangeeet ya Allah :)

Aku saranin untuk poto di ujung pagar seperti poto di atas guys, karena pemandangannya sangat cantik. Kalau lagi beruntung, ada sampan yang hilir mudik di belakang menambah nilai aestetik. Buat kamu yang hobi photography, aktivitas nelayan yang sedang memancing dengan sampan ini bisa jadi pilihan.


FASILITAS LENGKAP
Sebagai pengunjung, aku ngerasa puas banget karena fasilitas di Bukit Cinta Rawa Pening terbilang sangat memadai. Bahkan sempet mikir, untuk tiket masuk seharga 10 ribu dengan tempat yang keren dan fasilitas lengkap kayak gini, harganya sangat murah dan affordable

Banyak banget bangku dimana-mana

Di sepanjang aku berjalan, banyak banget bangku-bangku yang disediakan. Baik bangku besi maupun tempat duduk berbentuk bebatuan yang bisa diduduki. Meskipun belum ada tanda X-nya, kita harus tetap jaga jarak ya temen-temen semisal ingin duduk dengan orang lain.

Ekspresi mereka happy banget!

Menariknya lagi, di area tamannya ada spot tempat bermain untuk anak kecil. Ada plosotan, ayunan dan mainan lainnya. Cocok banget buat adik atau ponakan yang pengen main-main. Di sekitarnya juga banyak bangku yang bisa diduduki. Jadi selagi mereka bermain, kita bisa mengawasi sambil duduk santai di bawah pohon pinus. 

Toiletnya bersihhh

Ada 3 toilet di wisata ini (yang aku tahu) : di dalam ada 2 toilet dan di luar dekat pintu masuk ada 1 toilet. Setiap toilet ada bilik-bilik yang dipisah untuk cowok dan cewek. Aku udah mampir ke semua toiletnya, menurutku bersih dan fasilitasnya terbilang baik seperti air mengalir, gayung, sabun dan sebagainya.

Buat kamu yang muslim, disediakan mushola untuk beribadah di dekat pintu masuk. Mushola diberi penanda X untuk memberikan jarak antar satu orang dengan orang lain ketika beribadah.  


TAMAN POHON PINUS
Ternyata oh ternyata, Bukit Cinta Rawa Pening juga punya semacam bukit yang dipenuhi pohon-pohon pinus yang menjuntai tinggi dengan daunnya yang banyak! Dua tahun lalu, area di tempat ini kurang terawat dan ada kesan "horor". Tapi sekarang, berubah total jadi tempat yang kece!

Bangunan berbentuk Joglo. Bisa dipakai untuk event/pertemuan

Kiri : Suasana di taman, teduh dan asri | Kanan : Ada colokannya!

Puas menikmati pemandangan Rawa Pening, aku berjalan menuju bukit yang posisinya ada di tengah-tengah tempat wisata. Bukitnya terbilang mini, lebarnya kira-kira selebar lapangan sepak bola dan tingginya kurang lebih 10 meter. Jadi kita harus melewati beberapa anak tangga untuk sampai. Nggak begitu melelahkan.

Sesampainya di atas, yang paling menarik perhatian adalah sebuah Joglo yang berdiri di tengahnya. Joglo ini biasanya digunakan untuk event atau pertemuan gitu. Kalau misal sedang kosong gini, bisa banget kok kita pakai untuk duduk-duduk dan beristirahat sejenak. Di area sini banyak banget colokan, buat kamu yang smartphone lagi lowbat karena kebanyakan selfie, bisa charger dulu di sini :p

Ada situs Cagar Budaya juga d sini

Cagar Budaya yang masih dipertahankan

Masih ingat cerita legenda Rawa Pening yang aku tulis di awal? Nah, ternyata masih ada peninggalannya loh guys salah satunya berupa lesung dan prasasti linggayoni. Benda-benda ini dijaga dan dirawat dengan baik. Meskipun tidak ada larangan untuk memegang, namun sebagai pengunjung yang bijak sebaiknya jangan disentuh apalagi dirusak. Cukup diamati dan dipelajari aja~

Ramah pejalan kaki bagi semua orang

Destinasi wisata di sini nggak cuma pasangan muda-mudi aja, tapi buat keluarga yang masih di bawah umur pun cocok untuk didatangi. Karena di beberapa spot, disediakan jalur khusus dengan jalan yang lurus melandai. Jalur ini bisa dipakai untuk orang tua yang membawa stoller bayi ataupun orang tua yang memakai kursi roda. Jalur ini pun bisa dipakai untuk pesepeda.

Bentuk bangunannya seekor naga yang panjang

Sayang seribu sayang, ruang pamer ikan berbentuk kepala naga ini belum selesai direnovasi. Padahal aku penasaran banget tentang ikan-ikan yang ada di Rawa Pening ini. Tapi nggak papa, masih bisa foto-foto di depan naga yang sedang mengaum itu. Ngomongin tentang bangunan naga ini, ternyata ada perbedaan dari dua tahun lalu. Dulu patung naga masih berwarna hijau dan kuning ngejreng, kalau sekarang dicat warna cokelat batu. Jujur lebih suka versi sekarang, karena lebih natural dan real.

Waktu menunjukkan pukul 4 sore. Itu artinya sudah sekitar 6 jam aku dan temanku asyik berwisata di Bukit Cinta Rawa Pening. Rasanya baru sebentar, tapi nyatanya lama juga loh. Sebelum keluar lewat pintu exit, aku terlebih dahulu cuci tangan.

Berjajar toko yang menjual kuliner khas Rawa Pening

Di dekat parkir motor, berjejer toko-toko yang menyediakan oleh-oleh dan souvenir khas Rawa Pening. Kuliner ikonik yang wajib kalian coba itu keripik belut atau wader krispi karena rasanya enaaak banget! Kalau bingung, bisa coba incip dulu. Penjualnya semua di sini ramah-ramah dan murah senyum. Oh iya, jangan lupa bayar parkir ya sebesar Rp. 2.000,- untuk motor.


PIKNIK AMAN DAN NYAMAN
Memang, di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal ini kita sudah dilonggarkan untuk melakukan aktivitas oleh Pemerintah, salah satunya dengan piknik. Namun tetap diingat ya temen-temen, jangan sampai terlena. Jangan sampai kebablasan untuk bebas ngelakuin apa saja seperti dulu. Tetap selalu waspada dan ikuti semua protokol kesehatan yang dianjurkan!

Kiri : Wajib pake masker! | Kanan : bawa selalu hand sanitizer guys

Sebagai pengunjung di destinasi wisata Bukit Cinta Rawa Pening, kita dituntut untuk bijak dan cerdas ketika piknik. Harus dan wajib untuk sadar diri terhadap kesehatan masing-masing, biar lingkungan sekitar juga senantiasa aman. Berikut beberapa tips yang bisa membantu :
  1. Pilih waktu yang tepat. Sebisa mungkin pilih saat weekdays untuk menghindari keramaian
  2. Selalu dan wajib pakai masker. Kalau misal ingin poto/selfie, lihat dulu situasi dan kondisi sekitar. Semisal sepi, boleh lepas sebentar lalu pasang kembali
  3. Selalu dan wajib cuci tangan sebelum masuk, saat di dalam maupun saat keluar area wisata
  4. Tidak usah memaksakan diri. Kalau misal kamu sedang demam atau tidak enak badan, lebih baik karantina di rumah dulu, jangan piknik.
  5. Selalu dan wajib jaga jarak atau social distancing ketika berada di dalam area wisata.
  6. Ada baiknya bawa hand sanitizer di kantong celana atau tas kamu.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat selama era adaptasi kebiasaan baru, destinasi wisata Bukit Cinta Rawa Pening bisa jadi jawabanmu ketika mulai penat dan bosan beraktivitas di rumah. Dengan destinasi wisata Kabupaten Semarang ini juga, aku berharap gairah pariwisata di Kabupaten Semarang kembali bangkit. Selamat piknik dan tetap patuhi protokol kesehatan ya guys~


2 comments:

  1. Beneran ya Bukit Cinta jadi cakep banget...asyik buat main ke sini bareng keluarga..

    ReplyDelete
  2. Dikoo mau dong dipoto-potoin juga di sana. Apik yaa spotnya...

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar, link hidup akan dihapus. Terimakasih sudah membaca :)

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search