September 17, 2020

Hindari makanan mentah saat diare, ini alasannya!


Sebagian orang lebih menyukai makanan mentah karena dinilai zat gizinya lebih utuh serta rasa yang enak. Namun kebanyakan orang merasa aneh dengan mendengar istilah “makanan mentah”. Padahal, tanpa sadar kita sering mengkonsumsinya seperti salad, lalapan, sushi, sashimi, dan lain sebagainya. Meskipun sudah sering mengkonsumsi makanan sehat, akan lebih baik jika menghindarinya ketika diare sedang menyerang. Sebelum membahasnya lebih lanjut, berikut ini kita akan membahas serba-serbi makanan mentah yang harus kita ketahui.


Jenis makanan yang justru lebih bernutrisi saat dimakan mentah
Tidak semua makanan aman untuk dikonsumsi secara mentah. Beberapa makanan seperti bayam, wortel, jamur, kentang, kacang-kacangan, dan tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Jenis makanan yang lebih bernutrisi saat dimakan  dalam keadaan mentah misalnya seperti bawang putih, kubis, bawang bombay, serta brokoli. Meskipun demikian, kandungan antioksidan yang terdapat pada sayuran akan lebih tinggi ketika sayuran tersebut melalui proses pemasakan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.


Sushi dan Sashimi, amankah untuk dikonsumsi?
Biasanya, sushi dan sashimi terbuat dari bahan utama yang berupa ikan mentah. Memang, nutrisi pada sushi dan sashimi akan lebih tinggi dari sisi kandungan vitamin serta asam omega-3 lengkap jika dikonsumsi secara mentah. Meskipun demikian, jika proses pengolahan atau penyajiannya tidak benar, sushi dan sashimi justru bisa terpapar mikroorganisme yang dapat menginfeksi konsumen. Akibatnya, orang yang mengkonsumsi kedua makanan khas Jepang ini menjadi sakit perut, mual hingga diare.

Perlu diketahui, beberapa memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi seperti ikan tenggiri, tuna, nila, dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu, makanan mentah (yang berasal dari laut) tidak disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil, menyusui dan anak-anak. Mengenai pangan hasil hewan lainnya seperti susu, daging, telur, udang dan sebagainya lebih baik dan lebih bernutrisi jika melalui proses pemasakan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.


Ketika sedang diare, mengapa harus menghindari makanan mentah?
Beberapa pantangan ketika sedang diare adalah pemanis buatan, alkohol, kafein, gluten, dairy product kecuali yoghurt, makanan dengan kandungan gas, tinggi serat, berminyak/berlemak, pedas dan mentah. Makanan mentah menjadi salah satu pandangan diare yang harus dihindari. Mengapa demikian? 

Dilansir dari Mayo Clinic, makanan mentah atau yang tidak mengalami proses pemasakan sempurna berisiko memperparah kondisi diare. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan cemaran atau paparan bakteri dari makanan mentah tersebut.

Makanan mentah lebih mudah terpapar mikroorganisme seperti E.coli, Salmonella, Campylobacter yang merupakan penyebab diare. Yang dapat memusnahkannya hanya proses pemanasan atau pemasakan hingga matang sempurna. 

Oleh sebab itu, pasien diare sebaiknya menahan diri dari segala macam pantangan diare termasuk makanan mentah selama masih diare. Diare dapat menular melalui makanan, air, hingga peralatan makanan. Oleh sebab itu, sebisa mungkin menangani diare pada diri sendiri dengan serius agar tidak menular pada anggota keluarga lainnya. Kamu juga sebaiknya mengkonsumsi obat diare seperti entrostop untuk membantu mengatasi masalah pencernaan yang satu ini.


Cara mencegah penularan diare
Ada beberapa cara yang yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penularan diare, yaitu:
  • Menjaga kebersihan. Seperti misalnya mencuci tangan sebelum makan dengan menggunakan sabun, mencuci peralatan makan dengan bersih serta mengeringkanya di udara / lap bersih.
  • Menyajikan makanan dengan cara yang baik dan benar. Mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mulai menyajikan makanan. 
  • Memperhatikan higienitas air minum. Memasak air minum sampai mendidih.

Post a Comment

Silahkan berkomentar, link hidup akan dihapus. Terimakasih sudah membaca :)

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search